Sabtu, 26 Juli 2014

Bukti Ditemukan Indikasi Kuat, KPUD Hingga KPU Menerima Uang Untuk Jegal Prabowo






Calon presiden (capres) Prabowo Subianto mengatakan pelaksanaan pilpres lalu banyak terjadi kecurangan khususnya dalam proses rekapitulasi.



Bahkan kecurangan tersebut melibatkan para pejabat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi yang berpihak kepada salah satu kandidat karena telah menerima sejumlah uang.



"Ini mencemaskan kita semua bagaimana bisa kita hidup sebagai negara merdeka kalau semua pejabat kita atau hampir semua pejabat kita tidak punya integritas, bisa disogok, bisa dibeli, dimana tempat keadilan untuk rakyat yang tidak punya uang," ujar Prabowo dalam pernyataannya yang dikutip dari akun Youtube pribadinya, Sabtu (26/7/2014).



Menurutnya, seharusnya para pejabat terutama penyelenggara pemilu bisa bersikap independen dan tidak berpihak. Bahkan tidak boleh berpihak karena ada sejumlah uang yang diterima.



"Ternyata kalau semua lembaga-lembaga tersebut buntu karena korupsi, hakim-hakim sudah tidak punya integritas. Hakim bisa dibeli, pejabat KPU bisa dibeli, pejabat KPUD bisa dibeli, kalau ini terjadi apa masa depan bangsa kita," ungkapnya.



Prabowo mengatakan, sikapnya yang menolak hasil rekapitulasi KPU semata-mata karena ingin menegakkan demokrasi yang sebenarnya. Sebab proses pilpres yang baru lalu jauh dari kata demokrasi.



"Apakah kita berdiri tegak untuk membela keutuhan bangsa, kemandirian bangsa, dan nilai-nilai yang kita junjung tinggi atau kita menyerah kepada uang, kita menjual nilai-nilai kita, menjual diri, kepribadian, dan harga diri kita," tandasnya.

















































Sumber: inilah