Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto tak mau berkomentar banyak mengenai tudingan bahwasanya sistem penghitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres 2014) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah diretas.
Meski demikian, Djoko menegaskan dengan semakin majunya perkembangan informasi dan teknologi, hal semacam tersebut bukanlah hal yang tak mungkin dilakukan. "Hacker itu kan di mana-mana bisa (menjebol). Itu kan ilmu melawan ilmu. Pentagon aja bisa di-hack. Jadi, dari sisi teknologi, itu (hack) bisa dilakukan," kata Djoko di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/7).
Komentar Djoko muncul menyusul adanya tudingan dari kubu salah satu pasangan calon presiden bahwa terjadi peretasan terhadap sistem penghitungan di KPU yang membuat suara pasangan calon presiden lainnya melambung tinggi.
Djoko menilai KPU telah mempunyai sistem teknologi informasi yang baik dan tak mudah untuk diretas. "Masalahnya hanya KPU kan yang paling tahu untuk membentengi (mengamankan) IT mereka. Saya kira, KPU pasti sudah melakukannya," tegas Djoko.
Sumbe:
beritasatu