Rabu, 23 Juli 2014

Sikap Prabowo Dinyatakan Bentuk Perlawanan Ksatria






Calon presiden (capres) nomor urut satu, Prabowo Subianto dinilai sebagai ksatria. Hal itu menyikapi penarikan diri terkait hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dianggap tidak adil.



Koordinator Nasional Gerakan Bersama Prabowo (Geber Prabowo), Hendry Yatna mengtakan, sikap Prabowo sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan KPU yang membiarkan adanya kecurangan dalam Pilpres 2014.



"Seorang ksatria selalu melawan segala bentuk ketidakadilan. Prabowo melawan KPU yang berlaku tidak adil karena tidak melaksanakan keputusan Bawaslu untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dibeberapa kabupaten dan kotamadya di Indonesia," kata Hendry, di Jakarta, Selasa (22/7/2014).



Selanjutnya Geber Prabowo yang memiliki perwakilan di 24 Provinsi dan 75 Kabupaten Kota tersebut menuntut KPU agar melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU).



"Ini dapat menjadi bom waktu yang siap meledak bila KPU tidak segera melaksanakan PSU. Beberapa organ Geber Prabowo di daerah merasakan diberlakukan tidak adil oleh KPUD," jelasnya.



Sambil menunggu tuntutannya dipenuhi KPU, Hendry meminta kepada seluruh relawan Geber Prabowo tetap mengkritisi sikap KPU dengan cara-cara konstitusional.



"Kami cinta damai, karena itu kami tidak akan anarkis. Kami yakin rakyat mendukung karena ini kami memperjuangkan nilai kebaikan buat rakyat, penyelenggaraan pilpres yang jujur dan adil. Itulah tuntutan rakyat yang kami perjuangkan," tegasnya.



Kepada seluruh rakyat Indonesia, terutama yang memilih Prabowo, Hendry mengajak masyarakat tetap kritis pada KPU. "Mereka punya hak untuk mengawasi satu suara yang mereka berikan. Jangan sampai satu suara mereka dirampok," tutupnya.



Sebelumnya, Prabowo mengatakan, dirinya tidak bersedia mengorbankan mandat yang telah diberikan oleh rakyat itu dipermainkan dan diselewengkan.



"Kami siap menang dan siap kalah dengan cara yang demokratis dan terhormat," kata Prabowo.

















































Sumber:
inilah